8.06.2015

3 Ingredients No Brainer Cookies

Cookies ini loh yah, udah bahannya cuman 3 macem, bikinnya juga cuman diaduk doang. Makanya saya bilang no brainer....hahah!!

A photo posted by Dita Wistarini (@ditut) on


Anak SD juga bisa, makanya ini cocok banget buat proyek weekend bareng anak-anak. Mereka bahkan bisa bikin sendiri di bawah pengawasan kita.

Bahan-bahannya cuman 3 : Chocolate Peanut Butter Reese's, tepung terigu dan telur. Jika ingin cookiesnya lebih bertekstur silahkan tambahkan cacahan kacang/coklat nougat/permen reese's. Resep ini juga bisa dimodif loh. Hanya dengan mengurangi jumlah pemakaian tepung, jadilah cupcakes.

3 Ingredients Reese's Cookies

Ingredients :
1 cup Reese's spread/nutella/ovomaltine
15 tbsp all purpose flour for cookies / 10 tbsp all purpose flour for cupcakes
2 eggs
Almond/hazelnut/nougat etc (optional)

video


Directions :
Preheat the oven to 350 °F
Mix all of the ingredients using a whisker.
Scoop the batter onto your baking sheet, spacing the balls of dough roughly 2 inches apart. You can certainly go larger or smaller as you prefer.
Bake the cookies for 15 minutes.
Transfer the cookies to a rack to finish cooling completely.








8.05.2015

Churros

churros

Siapa yang gak suka churros? Saya inget banget, dulu jamannya masih kerja di Metro TV circa 2002, suka jajan churros di mal Puri Indah. Masih keinget enaknya, tapi kok ya gak inget namanya apa. Food stallnya kecil gitu, jualannya agak nyempil pula. Selain jual churros polos, mereka jual churros isi juga. Jadi memang churrosnya agak gendut. Terus kalo mo diisi, bagian ujungnya ditusukkin ke selang gitu. Duhhh endeus banget!

Nah terus sekitar 2-3 tahun kemudian saya main ke mal Puri, si churros itu udah gak ada...huhuhu.

Akhirnya saya jadi suka buat sendiri. Sebenernya resep dasarnya sama dengan resep kue sus. Kalo versi saya, gak gendut-gendut. Bikin yang langsingan biar makannya juga enak dan gampang buat anak-anak. Mau ditabur gula atau dicocol ke coklat, dua-duanya sama-sama enak.

Churros

Ingredients :
75 g butter, diced
250 ml cup water
115 g plain all-purpose flour
15 g caster sugar
3 eggs, lightly beaten
chocolate for dipping or powder sugar

churros

Directions :
1. Heat the butter and water in a small heavy pan until the butter has melted, do not allow the water to boil. Sift the flour and 15 g of caster sugar on to a piece of greaseproof paper.
2. Once the butter has melted bring to a boil, then add the flour and sugar. Remove the pan from the heat and beat the mixture vigorously. Leave to cool for 5 minutes, then gradually beat in the eggs until the mixture is smooth and glossy.
3. Half-fill a large, heavy pan or deep-fryer with oil and heat to 375 degrees F. Spoon the mixture into apiping bag with a star nozzle. Pipe the mixture into the hot oil being careful not to cause the fat to splash or spit. Fry the churros for 2 minutes or until golden and crisp.
4. Remove the churros from the oil with a slotted spoon and drain on kitchen paper. Repeat until all the mixture has been used. Dipped in chocolate or powder sugar. Serve.

Raspberry Lime Infused Coconut Water

Apa sih yang paling dipinginin saat summer gini? Minuman dingin pake es batu pastinya. Kalo abis pergi, turun naik stasiun subway, terus lari-lari ngejar bis di musim panas gini, sampai rumah yang dimauin cuman slonjoran di kamar yang dingin dan minum yang seger-seger.

Resep minuman dingin yang mau saya share ini bisa banget dimodifikasi, mau buahnya diganti atau air kelapanya diganti sprite juga bisa.

IMG_3045raspberry lime infused coconut water

Raspberry Lime Infused Coconut Water
Bahan-bahan :
Raspberry
Lime/Jeruk Nipis, iris tipis
Coconut Water
Es Batu

Cara Membuat :
Campur semua jadi satu di dalam gelas, kemudian beri es batu.

Gitu doang? Iyaaaaa! Hahaha maaf yah kadang sharing resep saya di blog ini yang model cemplung-cemplungin gitu doang.

N by Najla Kuwait

pearls

Setelah mengerjakan beberapa proyek dengan Lorenzo Kuwait, Lulu meminta saya untuk melakukan pemotretan usaha jewelry milik adiknya, Najla. Najla adalah seorang desainer aksesoris yang punya karya unik, menurut saya. Awalnya saya gak pede, karena belum pernah memotret lifestyle. Tapi Lulu meyakinkan saya, bahwa saya bisa. Saya pikir kenapa gak dicoba. Ternyata memang menyenangkan!

vintage clutch

Seperti biasa bekerja bareng Lulu berarti pemotretan berjalan fun dengan ide-ide unik. Proyek ini saya kerjakan sekitar bulan Desember tahun 2013.

N by Najla Kuwait

Lorenzo Kuwait

Lorenzo Kuwait adalah sebuah resto fine dining Itali pertama di Kuwait. Resto ini terkenal di kalangan orang-orang tua. Karena mereka ingin merambah pasar anak muda juga, direncanakanlah perubahan image besar-besaran. Makanya mereka ingin merubah semua tampilan foto-foto makanan di menu restonya.

caramel pistachioIMG_6435

Awalnya Lulu, anak sang owner (yang sekarang sudah menjadi pengganti ayahnya) mengkontak saya untuk bekerja sama di pastry kitchennya. Lulu meminta saya untuk bersama-sama mengembangkan menu-menu dessert di restonya. Dia tau saya dari instagram dan sudah sering melihat karya-karya cake dekor saya. Saat itu saya tidak menaruh minat. Selain karena saya gak punya background sekolah pastry (apa yang saya lakukan adalah hasil otodidak, semuanya belajar dari google dan youtube), saya juga gak berminat untuk bekerja full time. Kepikiran anak-anak siapa yang ngurusin nanti.

IMG_6372

Selang 2 tahunan kemudian di bulan Juni 2013, Lulu kembali mengkontak saya. Kali ini dia meminta jasa saya sebagai food photographer. Kalo yang ini tentu tak akan saya lewatkan. Karena waktunya fleksibel, bahkan saya boleh membawa anak-anak ikut pemotretan.

Terus terang ini adalah proyek paling berat, paling lama, paling kenyang tapi paling fun dan paling kreatif. Bayangin, tiap abis pemotretan, Lulu selalu bungkusin semua makanan yang di foto buat anak-anak. Lulu yang kebetulan suka styling, banyak membantu saya dan memberikan ide-ide styling yang playful. Di proyek ini, kami bener-bener dituntut berimajinasi. Makanya props yang kami gunakan juga banyak banget. Bukan hanya props saya, tapi juga props Lulu yang bagus-bagus sekali.

Lorenzo

Lorenzo Kuwait meng-hire saya hampir 3 tahun untuk memotret menu-menu di restonya di lokasi-lokasi yang berbeda. Sebuah proyek yang penuh kesan buat saya. Karena akhirnya hubungan fotografer-klien saya dengan Lulu berubah menjadi hubungan pertemanan yang akrab. Sampai akhirnya dia juga meminta saya untuk menggarap proyek foto bisnis aksesoris milik adiknya. Belakangan, sebelum saya meninggalkan Kuwait, dia meminta saya untuk men-training pastry chef-nya tentang basic cake decor. Hahaha orang kayak saya disuruh men-training chef? Gilak apa! Experience di kitchen gak ada. Sekolah pastry nol. Tapi dia memaksa saya, saya pun gak tega menolaknya. Akhirnya di tengah heboh-heboh pindahan, saya mengajar staf-staf kitchennya selama sehari penuh. Dengan syarat, saya minta semua alat disediakan.

Lorenzo Kuwait

More photos here. Tapi sayang ada beberapa foto yang hilang, gak sempat masuk di album ini :(.

8.04.2015

Purple Sun Flowers Kuwait

Purple Sunflowers Q8 IMG_4690

Ini juga proyek motret di saat-saat udah sibuk pindahan, sekitar Mei 2014. Rumah udah berantakan gak karuan, penuh packingan barang. Dan sang pemilik usaha memberi keleluasan pada saya untuk memotret di rumah, daripada saya repot-repot ngangkutin props yang sudah setengah dipacking.

Purple Sunflowers Q8 IMG_5060Purple Sunflowers Q8 IMG_5010

Samantha adalah pemilik Purple Sun Flowers (IG : @purplesunflowers). Kami berkenalan melalui Instagram. Sam begitu saya biasa memanggilnya, adalah wanita ramah dan halus tutur katanya. Awalnya kami hanya melakukan meet up, ngopi-ngopi pagi, yang akhirnya berujung pada ide untuk mengembangkan bisnis susu almond milik Sam. Ia ingin lebih serius menekuni usaha susu almondnya ini. Makanya ia berniat untuk membuat website. Untuk keperluan website ini, dia membutuhkan beberapa foto-foto kemasan susunya. Saya menawarkan diri untuk membantunya. Free of charge. Walopun Sam mati-matian ingin membayar saya, tapi kadang kerjaan motret itu gak selamanya adalah soal uang buat saya. Sebagai teman, hanya ini yang bisa saya lakukan untuk membantu usaha kecilnya. Saya hanya minta disediakan bahan-bahan membuat susunya, botol-botol susu dan susu-susu produksinya. Jadilah saya menyelesaikan proyek ini di tengah badai pindah-pindahan, di mana rumah udah kayak kapal pecah :D.

Purple Sunflowers Q8

Foto-foto lainnya ada di sini.

Ubon Kuwait

IMG_5990

Nah kalo ini cerita dari bulan Mei 2014, setahun yang lalu, saat kami sudah mulai sibuk pindah-pindahan. Saat itu owner Ubon, sebuah resto Thailand di Kuwait yang mengkontak saya. Klien kali ini juga sangat manis. Gak banyak cingcong, bener-bener menyerahkan sepenuhnya soal styling kepada saya. Dan sangat tepat waktu dalam soal pembayaran. Kerja selesai langsung bayar, gak pake nunda-nunda.

Ubon Kuwait IMG_4816Ubon Kuwait IMG_4870

Karena memang gak mau banyak pake properti dan pihak klien minta style-nya minimalis saja, jadi eksekusinya juga gak macem-macem. Saya hanya banyak main komposisi. Props yang saya sediakan hanya bermacam tea towel saja. 

Ubon Kuwait
Foto-foto Ubon Kuwait, selengkapnya ada di sini.

8.03.2015

Cocoa Room Kuwait

Ini sebenernya cerita lama, yang harusnya udah saya post dari dulu-dulu di blog ini. Motretnya aja udah bulan Maret 2012...hahaha. Karena buat saya ini momen penting banget, yang menandai saya terjun ke dunia food photography profesional. Karena ini adalah pekerjaan profesional pertama kali saya di dunia food photography. Gak tanggung-tanggung di Kuwait pula. Waktu pertama kali dapet tawaran ini, terus terang saya deg-degan. Tapi kalo saya takut-takut kapan dong bisa majunya. Kapan dong tau rasanya bener-bener motret makanan di restoran? Kapan dong tau rasanya dealing sama klien? Kapan dong taunya gimana nentuin fee, per project, per hour?

cocoa roomcocoa room

Jadi dengan modal nekad, saya terima aja kerjaan ini. Kliennya sendiri membebaskan saya untuk berkreasi. Dia hanya menunjukkan foto-foto di buku menu yang sangat terlihat kuno. Kebetulan suasana dan mood resto-nya saya banget. Sedikit temaram, dengan lampu-lampu dan dekorasi yang unik. Jadi pas motret udah langsung dapet feel-nya.

Cocoa Room Kuwait

Foto-foto lengkapnya ada di sini.

Cumi Asin Cabe Hijau

Gara-gara ngomongin cumi asin sama Umi dan Adith, terus jadi kepengenan kan bikin cumi asin cabe ijo! Ngebayanginnya aja udah ngiler. Akhirnya pas kebetulan ke Chinatown, ya udah sekalian nyari cumi asin. Adith bilang sih, ada pasti deh di toko yang jual kering-keringan dan bumbu-bumbu.

Sampai di Chinatown, langsung jajan dulu. Hahaha! Yabis, banyak jajanan banget di sana. Bubble tea, bapau, onde-onde, dimsum, dll. Abis makan-makan baru deh keliling cari cumi asin. Bener aja, ternyata banyak yang jual di toko-toko bahan kering. Tapi bentuk cumi asinnya beda. Gak kayak yang biasa kita beli di Indonesia, yang berbentuk cumi gitu. Yang saya temukan di sini, cumi kering asinnya sudah dibelah menjadi pipih. Sempet ragu-ragu sih mau beli. Tapi ya kalo gak dicoba mana tau kan?


Setelah belanja cumi, seperti biasa mampir toko Asian Market, beli bumbu-bumbu masakan. Abis itu lanjut jajan bapau. Dalam perjalanan ke toko bapau, nemu toko keringan lagi dan kali ini cumi asinnya persis kayak yang di Indo. Di jualnya per pounds. Tapi sayang kan tadi udah beli, nanti aja deh lain kali. Coba yang udah dibeli aja dulu.

Nah, seperti halnya ikan asin, cara masak cumi kering asin juga harus direndem air panas dulu. Pas direndem cuminya jadi mrungkel-mrungkel (duh apa bahasanya yah :D). Cukup 15 menit kemudian tiriskan.

A photo posted by Dita Wistarini (@ditut) on

Cumi Asin Cabe Hijau

Bahan :
Cumi asin
Bawang merah, iris
Bawang putih, iris
Gula merah, sisir
Cabe hijau, iris serong
Bumbu sambal hijau siap pakai
Daun salam
Lengkuas
Daun jeruk
Tomat
Garam secukupnya


Cara membuat :
Goreng kering cumi asin. Sisihkan.

Tumis  bawang merah, bawang putih sampai wangi. Masukkan daun salam, lengkuas dan daun jeruk. Lalu tambahkan gula merah dan sambal hijau. Beri garam secukupnya. Setelah tercampur rata, masukkan cumi asin goreng. Aduk rata. Terakhir tambahkan irisan cabe hijau dan irisan tomat. 

Aduduh enak banget dimakan nasi panas. Tapi saya males juga sih sering-sering, soalnya agak olahraga mulut. Pegel bok. Kemaren di IG ada yang nyaranin diiris tipis-tipis aja. Ok next time dicoba!