Finally....gue menyentuh sang edible playdough alias fondant!! Setelah hampir kurang lebih 20 tahun gue cuman bisa memandangi cake decorating dengan fondant di buku-buku Wilton Ibu gue dan menyimpan rasa penasaran itu hingga detik ini, sampe gue ketemu blognya mbak Luluk "sang ratu fondant" :) yang makin bikin penasaran dan mendorong gue untuk mencobanya...hehehe...norak ya!Gue inget banget jaman kecil dulu, saat memandangi yearbook Wilton, beribu pertanyaan berseliweran di otak gue. "Ini didekor pake apa ya?" "Ini kuenya kok mulus banget, ditutup pake apa ya?" "Ih lucu banget sih, kok kayak playdough tapi bisa dimakan." Rasanya pengen banget tau saat itu, sayang Ibu gue sendiri gak tau dan gak ngerti apa gerangan si "benda kayak lilin yang bisa dimakan" ini.Waktu terus berlalu dan setiap kali gue ngeliat buku-buku cake decorating import (waktu itu fondant gak populer di Indonesia dan belum banyak yang pake), kembali gue teringat dan tergiur ingin menyentuhnya. Sampe akhirnya sekarang gue punya kesempatan berkenalan dengan fondant.
Proyek pemanasannya, belum berani bikin dekor yang gede-gede. Pengen tau dulu gimana karakter si fondant ini. Jadilah gue bikin dekor mini wortel untuk Carrot Cake gue. Itupun diawali dulu dengan pembekalan diri browsing-browsing di internet tentang segala seluk beluk fondant (tips dan trik klik di sini) plus ber"guru" lewat mbak Luluk *makasih mbak, aku padamu :)* dan tanya-tanya sama seorang guru di Bogasari Baking Center. And satu lagi ditambah modal nekat!
Pas kebetulan Pinot cuti, gue merasa lebih semangat ngerjain fondant, karena ada yang nemenin Arwen. Akhirnya menjelang hari yang ditentukan, gue udah mempersiapkan temanya. Inspirasi yang paling gampang...gak jauh-jauh, ya siapa lagi kalo bukan anak sendiri :). Idenya gue bikin imajinatif aja, si Arwen lagi bobok-bobokan di atas awan bareng sama pelangi.
Hasilnya masih jauh dari sempurna, tapi setidaknya rasa penasaran gue terbayarkan!

Dan sebagai anak bawang yang baru aja nyoba, gue mau berbagi pengalaman (gue bukan pakar, tapi inilah pelajaran yang gue dapet setelah nekat bermain dengan fondant). Sorry for today no recipe yah, cake-nya cuman sponge cake diiisi selai blueberry aja kok. So, ini kesimpulan dan beberapa tips yang bisa gue share :
1. Setelah membeli fondant simpan dalam wadah tertutup kedap udara dan simpan dalam suhu ruang atau ber-ac. Kalo dibiarkan terbuka, dia akan mengeras dan jika disimpan dalam kulkas akan lumer/lembek.
2. Tentukan tema beberapa hari menjelang pembuatan kue atau dekorasi. Ini penting banget supaya apa yang kita kerjakan jadi lebih terarah dan terfokus. Banyak ide bisa ditemui dalam kehidupan sehari-hari, contohnya tema dapur, tema minum teh di sore hari, anak-anak bermain di halaman, bunga, tanaman, dsb. Atau mau yang imajinatif sekalian...pokoknya liar aja dalam mencari ide. Syukur-syukur punya akses ke internet, jangan males browsing dan tanya-tanya soal ide sama mbah Google.
3. Sehari menjelang pembuatan kue, bagi-bagi fondant kemudian beri warna sesuai dengan kerangka tema yang akan kita aplikasikan. Bungkus rapat kembali (gue bungkus pake multipurpose cling film terus dimasukin ke dalam zipper bag) fondant-fondant yang belum terpakai Lalu, sebisa mungkin bikin item-item dekor seperti bunga-bunga, figure orang, pohon, dll, pada hari itu juga. Jadi pada saat hari H, kita tinggal covering kue dan menempelkan item-item yang udah kita bikin sehari sebelumnya. Ini penting banget supaya kita gak grabak grubuk *apa ya istilahnya?* di dapur saat harus nyiapin kue tapi disaat yang bersamaan harus konsentrasi juga ke fondant...kecuali kalo Anda tipe multitasking...hehehe...kalo daku mah susah, harus konsen satu-satu :). Selain itu, beberapa bentuk seperti bunga dan pita, memang lebih bagus kalo didiamkan sehari dulu, biar bentuknya mantap.
4. Yang perlu dicatat, pewarnaan fondant sama dengan pewarnaan icing. Makin lama didiamkan warnanya menjadi lebih tua loh, jadi jangan buru-buru netesin warna banyak-banyak.
5. Basicnya gak perlu tools macem-macem. Sediain aja rolling pin. Sisanya pake yang ada di rumah, seperti kuas lukis, cetakan kue kering, cutter kecil, dll, pokoknya berkreativitas dengan barang-barang di sekitar kita-lah. Gue pake tools bekas ngerjain tanah liat dan paperclay, yang kebetulan gue punya..hehehe...tapi tenang sudah disucihamakan.

6. Selalu siapkan air di mangkuk dan tepung maizena di wadah. Ini bakal jadi senjata selain tools yang kita pake. Prinsipnya, kalo fondant udah kaku basahi atau ciprati air (gak usah banyak-banyak sampe banjir) dan sebaliknya kalo fondant mulai lembek lengket-lengket di tangan, gunakan tepung maizena.
7. Taburi meja kerja dan rolling pin dengan tepung maizena kalo mau menggiling.
8. Jangan tinggalkan batita dengan fondant sendirian, kalo gak mau dibejek-bejek kerjaan kita..hwahahaha...nyaris gue! Karakter Arwen yang udah hampir slese mo digiles pake rolling pin sama si Arwen :D.
9. Terakhir...gue gak mau bikin dekor cake pake fondant untuk konsumsi sendiri, gak tega makannya bow!!!! Hwahahahaha!!
Jangan takut mencoba, ternyata it was really fun!
* * *
Finally... I touched the edible playdough aka fondant!! After 20 years of could only looking at fondant-decorated cakes inside my mom's Wilton cake books and kept my curiousity until this moment, until I finally found the blog of fondant queen, Mbak Luluk :) which only kept me more curious and curious, and tempted me to try the recipe.
I still remember when I was a kid, looking at the Wilton yearbook, a thousand questions filling in my head. "What was the thing that used as cake decoration?" "It's so smooth, what was the topping of this cake?" "It's quite unique, looked like playdough, but it's eatable playdough. I really wanted to know at that time, too bad my mother didn't know and understand what this that thing that looked like wax but eatable.
Times went by and everytime I looked at various books on cake decorating, which was imported (in the past fondant was not popular in Indonesia and not many people used it for cake), I always remember and so eager to touch it. Until now I just had a chance to get to know more about fondant.
On the warming up project, I was not confident enough to create a big decoration. I still wanted to know the character of this fondant. So I created carrot mini decor for my carrot cake. Before that I prepared myself by browsing through the internet about fondant (click here for tips and tricks) plus studying with Mbak Luluk *thanks Mbak :)* and asked questions to a cooking teacher at the Bogasari Baking Center.
When Pinot took his time off, I had a big spirit to work on fondant because he could take care of Arwen. On that day, I had prepared for the decoration theme. The most easiest inspiration ... no other than my own child :) It's an imaginary idea, Arwen was sleeping with the rainbow on the clouds.
The result was still far from perfect, but at least it paid my curiosity.
And as a beginner, I would like to share my experience (I'm not an expert, but this is the lesson that I've learned after playing around with fondant). Sorry that no recipe for today. The cake was just a blueberry sponge cake. Here are few tips and conclusion of my experience:
1. Upon buying the fondant, keep it in a closed container and put the container in room temperature or with air conditioner. If it's not closed the fondant will be getting hard and keeping it in fridge will melt the fondant.
2. Determine the theme for the cake a few days before preparing the cake or decorating the cake. This is important to get the process more focused. Lots of idea can be found in everyday living, for example, kitchen theme, afternoon tea, children are playing in the yard, flowers, plants etc. Or even the imaginative ones... be wild in looking for ideas. It's even great if you have access to the internet. Don't be lazy to browse and find ideas in Google.
3. One day before cake preparation, divide the fondant and give colours to it based on theme structure that we're going to use. Wrap the un-used fondant in a tight bag/container (I wrapped them in multipurpose cling film and put it in zipper bag). Create decoration items that you're going to use such as flowers, figure of people, trees etc, on that day. So that on the final day, we will only cover the cake and put those decoration items. This is important so that we're not going into rush at the kitchen to prepare the cake as well as concentrating to create the fondant...unless you're the type of person that could do multi-tasking.. hehehe.. I'm not that person and I have to concentrate to each task :) Besides, few shapes like flowers and ribbon are going to be perfect after set aside for a day.
4. One thing to note: fondant coloring is the same as icing coloring. The longer the time to color, it will change into more dark color. So don't be in a rush to put the color.
5. You don't need so many tools for the basic. Just prepare a rolling pin. For the rest of the tools, just use tools that you have around the house, for example glaze, cookies molding, small cutter etc. Be creative with things around us. I used tools that were used to mold the clay and paperclay, which luckily I had..hehehe.. but after a totally complete cleaning.
6. Always prepare a bowl of water and separate bowl of corn starch. This is another weapon that we need. Basically, when the fondant is getting hard and cold, sprinkle little bit of water or when the fondant starts to melt and feels sticky on your hand, use the corn starch.
7. Spread the corn starch on the table and rolling pin.
8. Don't leave the fondant with your kids. Otherwise they will destroy your work...hwahaha...that was close! I was almost done creating the character of Arwen, when she started rolling the pin into the fondant..
9. Last...I don't want to create cake decoration using the fondant if it's meant for my own. I couldn't eat it. It's such a cool thing. hahahaha...
Don't be afraid to try.. it was really fun!
Tadinya gak kebayang, apa rasanya carrot dijadiin cake. Minum jus wortel aja, gue rada-rada males kalo gak dimix sama tomat dan jeruk. Tapi lagi-lagi rasa penasaran menyelimuti pikiran gue. Soalnya mbak Riana bilang rasanya "rruuuaarrr biasa!" apalagi dipasangin sama cream cheese frosting.Sebener-benernya sih, gue mo nyobain resep ini juga karena punya cream cheese nganggur bakal kadaluarsa. Gue udah mati gaya mo bikin apa yang pake cream cheese. Terus terang bosen banget bikin dan makan cheese cake. Udah niat mo dihibahin ke mbak Yuli Proyekdapurku, tapi beliau baru aja beli cream cheese. Mo dibuang? Ya sayanglah!!
Selain itu, ada niat terselubung...kekekek...mo pemanasan bikin dekor pake fondant ceritanya :). Jadilah wortel-wortel mini itu gue bikin pake fondant. Hey..it was really fun!!! Asik kayak main playdough! Walopun harus juling-juling bikin miniatur wortel. Tapi karena namanya juga warming up, jadinya nyoba dikit-dikit dulu, gak ndekor full fondant. Yaaa istilahnya pengenalan karakter fondant dulu deh *ceile*.

Balik lagi ke carrot cake. Soal rasanya? Bener banget loh...gak nyangka aja rasanya seseduap dan seunik itu (aroma wortel yang berpadu dengan wangi cinnamon dan tekstur cake yang moist and dense)! Dan sepertinya memang no carrot cake is complete without that deliciously tangy cream cheese frosting! Emang bener-bener soulmate kayaknya sama si cream cheese frosting. Hhmmmm YUMMY!! Jodoh dan pas banget!!
Carrot Cake
Bahan Cake :
250 gr Telur
300 gr gula kastor
2 gr garam
5 gr emulsifier
260 gr tepung Segitiga Biru
1 gr baking soda
1 gr baking powder
1 gr cinnamon bubuk
450 gr wortel (parut halus)
150 gr minyak
Bahan Cream Cheese Frosting (diambil dari resep dalam kemasan Philadelphia Cream Cheese) :
250 gr Philadelphia Cream Cheese
80 gr margarine
1 cup icing sugar
1 sdm perasan air jeruk lemon
Cara membuat cake :
1. Kocok telur, gula, garam hingga kental dengan speed tinggi. Masukkan emulsifier, kocok terus hingga kental dan meninggalkan jejak.
2. Ayak bahan kering, kemudian masukan kedalam adonan dengan speed rendah hingga tercampur rata.
3. Masukkan wortel parut, aduk rata.
4. Masukan minyak perlahan kedalam adonan hingga tercampur rata.
5. Tuangkan kedalam loyang bundar 20-22 m yang telah dialasi kertas.
6. Panggang dengan suhu 180ÂșC selama 30 - 45 menit (lakukan tes tusuk).
Cara membuat cream cheese frosting :
1. Kocok Philadelphia Cream Cheese dan margarine dengan mikser selama 4-5 menit atau hingga halus dan ringan (fluffy).
2. Tambahkan icing sugar dan air lemon, kemudian kocok lagi selama 30 detik atau sampai tercampur rata.
3. Oleskan pada Carrot Cake.
Sumber: NCC, Bogasari Baking Center Cake Baking Course
* * *
I could not imagine how carrot can be made into a cake. I don't quite like carrot juice, moreover mixing it up with tomato and orange. However, I couldn't resist to be curious. According to Mbak Riana, "it's amazingly delicious', especially when it's frosted with cream cheese."
Actually wanted to try this recipe because I had a left over of cream cheese, which will be expired soon. I don't have anymore ideas on making something with this cream cheese. It's boring to make and eat cheese cake. I planned to give it away to Mbak Yuli Proyekdapurku, but she just bought her own. Throw it into garbage? Aww it's such a waste!
Besides I also had secret passion... It's kind a warm up to create a decor using a fondant :) So I used those mini carrots to create fondant. Hey, it was really fun!! Just like play with the dough. Though my eyes was swirling around in order to create a carrot miniature. Well, it's a warming up, so it's just a little effort, not fully decorating a full fondant. Let's say it's an preliminary introduction to a fondant character *I'm such a dork :)*
Now let's get back to carroct cake. How about the taste? I'd say it's absolutely true. I'd never thought that it tastes so delicious and so unique (carrot aroma mixed with cinnamon aroma, and the cake has a moist and densed texture)! And yes, no carrot cake is complete without that deliciously tangy cream cheese frosting! It is a soulmate with the cream cheese frosting. Hmm. .. YUMMY! It's a perfect match!
Carrot Cake
Ingredients for cake :
250 gr eggs
300 gr caster sugar
2 gr salt
5 gr emulsifier
260 gr all purpose flour
1 gr baking soda
1 gr baking powder
1 gr ground cinnamon
450 gr carrot, finely grated
150 gr cooking oil
Ingredients for cream cheese frosting :
250 gr Philadelphia Cream Cheese
80 gr butter
1 cup icing sugar
1 tbs lemon zest
Direction for cake :
1. In a bowl of electric mixer, beat the eggs, icing sugar and salt on high speed. Add emulsifier, beat until fluffy.
2. Add the flour, baking powder, baking soda and ground cinnamon and beat just until incorporated on low speed.
3. With a large rubber spatula fold in the grated carrots.
4. Add the oil.
5. Bake 30 to 45 minutes in 180 C or until a toothpick inserted in the center comes out clean.
Direction for cream cheese frosting :
1. In a bowl of electric mixer, with the paddle attachment, beat the Philadelphia cream cheese and butter, on low speed, until very smooth with no lumps.
2. Gradually add the icing sugar and beat, on low speed, until fully incorporated and smooth. Beat in the lemon zest for 30 seconds.
Source : NCC, Bogasari Baking Center Cake Baking Course
Today, I'm feeling lucky, so gue memutuskan untuk menaklukkan "pate a choux" aka choux pastry alias kue Sus :) (dongeng sejarah Sus klik di sini). Hehehe...kesannya susah banget sih bikin Sus! Sebenernya gak susah, tricky iya! Kalo kita ikutin step by step resepnya, keliatan mudah sekali tapi begitu masuk prosesi panggang-panggangan...nah ini dia yang bikin jantung deg-deg-an..."jadi kempes gak ya, mimpes (baca: kempes sekempes-kempesnya) gak ya?"
Hal kayak gini emang penyakitnya Sus. Makanya panas oven harus rata dan cukup tinggi (bolak-balik wejangan Mama daku camkan). Udah gitu jangan bolak-balik dibuka kalo belum mateng dan naik bener. Trus trik gue (belajar dari pengalaman Sus collapse yang pertama), setelah waktu pemanggangan habis, waktunya gue tambahin 5 menit dengan suhu oven yang diturunin pelan-pelan (pake tehnik cooled slower to prevent collapsing), jadi begitu keluar oven, si Sus gak kaget.
Waktu pertama kali nyoba bikin, gue sempet pesimis, Sus gue gak bakalan jadi. Ternyata emang dasar spiritnya spirit putus asa, bener aja Sus gue gak jadi, adonan terlalu cair kemungkinan karena kebanyakan telur (padahal gue dah ngikutin takaran telurnya sesuai resep. Mungkin karena telur yang gue pake bisa dibilang gede-gede, jadi banyak cairannya). Adonan cair gitu gak ngarepin ngembang bagus deh!
Kali ini dengan semangat keberuntungan gue mencoba lagi dan optimis berat :). Pada saat masukin telur juga hati-hati, satu-satu dimasukin berhubung gue pake telur-telur yang gede lagi (gak kayak waktu itu yang dimasukin sekaligus ke adonan), sambil merhatiin konsistensi adonan.
Akhirnya....inilah Sus gue! Penaklukan berhasil! Gak kempes! *hehehe...norak deh!* Walopun emang bentuknya gue bikin gak gede-gede tapi mini-mini. Buat fillingnya, karena bosen sama vla biasa, akhirnya nyobain bikin vla butter cream dengan extra rhum. Hhhhmmm YUMMY!! Buat yang suka gurih pake filling ragout ayam juga okeh.
Bonne Chance!! et Bon Appetit!! :)P

Sus Merdeka
Bahan :
250 ml air
150 gr margarin
1/2 sendok teh garam (gue gak pake garem)
150 gram tepung terigu
5 butir telur
Bahan Vla :
375 ml susu cair
75 gr gula pasir
25 gr tepung maizena
1/4 sdt garam
1 kuning telur, kocok lepas
Rhum secukupnya
Bahan Butter Cream :
125 gr mentega
50 gr mentega putih
50 gr susu kental manis
Rhum secukupnya
Cara membuat Sus :
1. Rebus air, margarin, dan garam hingga mendidih.
2. Masukkan tepung terigu lalu aduk hingga kalis, angkat lalu dinginkan.
3. Setelah dingin, masukkan telur satu per satu sambil terus dikocok dengan mixer hingga kental dan rata (gue gak pake mixer tapi aduk pake sendok kayu).
4. Semprotkan adonan ke atas loyang.
5. Panggang hingga mengembang dan kuning kecokelatan. Angkat, dinginkan.
6. Belah sus, masukkan isi lalu hidangkan.<
Cara membuat Vla :
1. Rebus susu, gula, tepung maizena, dan garam sambil diaduk hingga meletup-letup.
2. Tuang tiga sendok adonan ke dalam kuning telur, aduk rata.
3. Tuang kembali campuran telur ke dalam adonan sambil terus diaduk hingga kembali meletup-letup.
4. Angkat dari api lalu tambahkan mentega, aduk hingga agak dingin.
5. Setelah dingin, tambahkan rhum. Aduk rata.
Cara membuat Butter Cream :
1. Kocok mentega dan mentega putih hingga lembut dan ringan.
2. Masukkan susu kental manis, kocok lagi sampai lembut.
3. Masukkan rhum. Aduk rata.
4. Tambahkan vla dingin lalu aduk rata.
Sumber : NCC
* * *
Today I'm feeling lucky, so I decided to conquer 'pate a choux' aka choux pastry or kue Sus:) (click here for history of choux pastry) Hehehe.. seems like it's soo hard to make kue Sus. Actually it's not difficult, but tricky. If we follow step by step of the recipe, it's easy, however when it's ready to be baked.. .it's a heartbeat process.. ." is it going to be a flat kue Sus or not? (gotta think totally flat)."
That's the unique thing about kue Sus. The oven temperature should be quite high and the heat should be spread evenly inside (according to my Mom's). Don't try to open the oven when it's not cooked well. Another trick that I got from the first experience when baking my first kue Sus, after it has reached the baking time, I add the time by 5 minutes and the oven temperature is slowly reduced (this is called: cooled slower to prevent collapsing), so when the sus cake is out of the oven, it will be adjusting to the room temperature.
On first trial, I wasn't confident that the kue Sus wouldn't be well done. It did affect my spirit, so the Sus wasn't a success. The mixing was not solid enough, probably because too many eggs (though I've had measured it exactly the same as the recipe. Or it's probably because of the eggs. I used big egg, that has more liquid compared to normal egg). Too many liquid won't result in pretty kue Sus!
Now with the lucky spirit, I tried again, this time fully optimistic :) I carefully mix in the egg into the bowl one by one, as I still use the big eggs (not like the first trial which I put all the eggs together once), and I keep on watching the mixing.
Finally...here's my kue Sus! I've succeded in conquering it! It's not flat! *hehehe.. I'm such a dork!* Though I did not make it big, rather mini. For the filling, as I'm bored with the usual vla, I finally tried to make a vla butter cream with extra rhum. Hmmm.. YUMMY! Anyone who likes chicken ragout filling would do the same.
Bonne Chance! et Bon Appetit :)P
Sus Merdeka
Ingredients :
250 ml water
150 gr butter
1/2 tsp salt
150 gr fluor
5 eggs
Ingredients for Custard filling :
375 ml evaporated milk
75 gr caster sugar
25 gr cornstarch
1/4 tsp salt
1 egg yolk, beat
Rhum
Ingredients for Butter Cream :
125 gr butter
50 gr white butter
50 gr sweet condensed milk
Rhum
Direction for Sus :
1. Heat the water, salt and butter until the butter melts. Bring to a boil and remove from heat.
2. Immediately add the flour and stir quickly with a wooden spoon, until smooth. Set the mixture over low heat and stir for about 30 seconds. Remove and allow to cool for a few minutes.
3. Add eggs one by one and beat it thouroughly into the mixture, until the mixture is smooth.
4. Shape the dough while warm according to the recipe using.
5. Bake for 25 minutes or until golden brown.
Direction for Custard filling :
1. Boil together milk, sugar, corn starch and salt. Keep stirring until bubbly.
2. Add 3 table spoon of the mix into egg yolks, mix well.
3. Put the egg into the dough, while keep on stirring until bubbly again.
4. Remove from the heat and add butter, stirr until cold.
5. Add rhum. Stirr well.
Direction for Butter Cream :
1. Mix butter and white butter together, and stirr until soft
2. Add sweet condensed milk and stirr it again until soft.
3. Add the rhum. Stirr and mix well.
4. Add custard filling and stirr well.
Source : NCC
Udah lama banget penasaran sama yang namanya Brownies Kukus alias Brokus asli Bandung (orang Bandung emang kreatif ya, mengkreasikan aneka makanan). Rasa pengen tahu itu tersimpan cukup lama sejalan dengan euphoria massa yang lagi gandrung Brokus ini *kasiman deh gue!*. Sampe akhirnya suatu hari, mbak Yuli Proyekdapurku inspirasiku, dengan cintanya *hehehehe thank u, mbak, berkat dirimu gue jadi gak ketinggalan jaman ngrasain brokus* menghantarkan daku bingkisan berisi Brokus bikinan sendiri, menyusul resep keesokan harinya. Hmmmm enak, gak terlalu manis, berasa pahit-pahit coklat, teksturnya kayak bolu gak kayak brownies panggang yang ada crispy-crispy coklatnya. Cucok banget buat temen minum teh atau kopi di pagi hari. atau ditambahin es krim...YUMMYY!! Tapi tetep...gue lebih mengidolakan brownies panggang *namanya juga brownies gitu loh, kayaknya gak terima aja, ada brownies dikukus, rasanya jadi kayak bolu pulak :)*.
Kejadian itu udah berlalu beberapa bulan dan baru sekarang gue punya kesempatan buat praktek sendiri. Berhubung tangan udah gatel pengen ngocok telur, tapi males nyala-nyalain oven, akhirnya kepikiran untuk bikin sesuatu yang dikukus. Jadilah si resep brokus sasaran tembak gue! Adonan gue bagi 2, satu pake loyang 7x18x7, sisanya masuk ke dalam mangkuk-mangkuk cetakan bolu kukus, lucu deh jadi cupcake gitu, tinggal ditambahin topping macem-macem.

Brownies Kukus Coklat
Bahan A :
200 gr butter
150 gr coklat block
Bahan B :
4 btr telur ayam
250 gr gula pasir
1 sdt TBM (gue gak pake)
1/2 sdt garam (gue gak pake)
Bahan C :
150 gr tepung terigu
20 gr tepung maizena
40 gr susu bubuk
40 gr coklat bubuk
Bahan D :
100 gr coklat meisis
Cara Membuatnya :
1. Cairkan bahan A lalu dinginkan.
2. Kocok bahan B sampai mengembang
3. Masukan Bahan A ke dalam bahan B aduk sampai merata.
4. Masukan bahan C secara bertahap lalu aduk sampai merata.
5. Tuangkan adonan setengah loyang, lalu kukus sampai matang kurang lebih 10 menit, lalu angkat.
6. Taburkan coklat mesis kedalam kue yang sudah matang, lalu tutup dengan sisa adonan. Lalu kukus lagi sampai matang kurang lebih 15 menit, setelah itu angkat.
Sumber : hasil chatting dengan mbak Yuli Proyekdapurku atas dasar resep Sahak Pribadi.
* * *
I've been curious enough on Steamed Brownies aka Bandung Brownies (Bandung fulls with creative people who knows how to make good food). I've been keeping my curiousity long enough along with the mass euphoria who also love this steamed brownies. *poor me* Until one day Mbak Yuli Proyekdapurku, my inspiration, brought me her own made steamed brownies and the recipe itself on the following day*thanks to you, mba yuli, I can taste the steamed brownies too* Hmm..it's delicious, not too sweet, taste like the chocolate, its texture similar was much more like cake, instead of baked brownies with its crisp chocolates. It's perfect for morning coffee or tea.. or added with ice cream.. YUMMY!! However, I'm still the admirer of baked brownies * it's brownies, right.. like I could not accept that there's also steamed brownies, which also taste like cake :)*
That was happening a few months ago and I just got a chance to try the recipe. My hand was already eager to batter the eggs, but I was lazy to turn on the oven. Then it struck my mind to make something that can be steamed. That's how I create my own steamed brownies. I divided the dough into 2, one dough used pan bake 7x18x7, and the rest was put into muffin cups. Almost look like cupcake and we can add various toppings.
Ingredients A :
200 gr butter
150 gr dark chocolate, chopped
Ingredients B :
4 eggs
250 gr caster sugar
1/2 tsp salt
Ingredients C :
150 gr all purpose fluor
20 gr cornstarch
40 gr milk powder
40 gr cocoa powder
Ingredients D :
100 gr chocolate sprinkles
Direction :
1. Melt ingredients A and set aside until cold.
2. Mix ingredients B and stirr until combined.
3. Put ingredients A into B, stirr and mix well until combined.
4. Put ingreadients C in batches, and mix well until combined.
5. Pour the dough into pan bake, half of it, and steamed until cooked, for around 10 minutes.
6. Spread chocolate into the cooked cakes, and put the additional dough. And steam again until cooked for 15 minutes, and remove from the heat.
Source: a resulf of chatting with mbak Yuli Proyekdapurku, based on the recipe of Sahak Pribadi.
Tadinya punya persediaan daging asap buat bikin "Fillet Ayam Bungkus Smoked Beef," tapi ngeliat si Arwen gak punya jatah snack apa-apa, akhirnya gue putusin buat bikin American Risoles aka Amris. Bikin kulitnya gampang, isinya juga simple gak mecem-macem, cuman campuran smoked beef, keju, telur rebus dikasih saus mayo dan susu kental manis.
Kalo ngeliat namanya, sebenernya gue agak geli dan wondering, "emang iya asalnya dari Amerika?" Saking penasaran, sampe browsing-browsing nanya sama mbah Google....gak ada sejarahnya babar blas kalo ada yang namanya American Risoles *ada yang bisa kasih penjelasan?*. Dan setau gue, asal muasal risoles itu dari Brazil. Mungkin kasusnya sama kayak Bika Ambon asli Medan *???!!!??* Dan waktu mbah Google ngeluarin jurus mautnya dengan njembrengin segudang sumber artikel, "lah kok hampir semua artikel dari Indonesia yak????"
Ahhh...sudahlah...apalah arti sebuah nama, yang penting rasanya YUMMYY!! Mungkin ini hasil karangan orang Indonesia yang nyiptain Risoles dengan isi yang bule banget, ada kejunya, ada smoked beef, pokoknya ingredients-nya wangi-wangi londo gitu deh! :)
Udah lama jatuh cinta sama resep ini, waktu main-main ke tempat Uci MamaKavin, tapi baru kesampean bikin sekarang.

American Risoles
Bahan kulit Risoles :
250 gr terigu protein tinggi
2 btr telur
1 sdm margarine, di cairkan (munjung)
garam (aku gak pake garem)
1/2 sendok teh baking powder
40 gr susu bubuk
650 CC air (susu bubuk dan air gue ganti susu cair/UHT)
Bahan Isi :
5 lembar daging asap, selembar di potong jadi 6
7 lembar keju slice, tiap lembar di potong jadi 4
100 gr mayonese
25 gr susu kental manis
5 butir telur rebus (gue bikin dicacah)
Pelapis:
2 buah putih telur (gue pake sama kuningnya juga biar gurih)
200 gr tepung roti
Cara membuat kulit Risoles :
1. Ayak terigu, taruh dalam mangkuk bersama garam. Buat lubang ditengah, pecahkan telur di dalamnya, aduk satu arah.
2. Tambahkan susu sedikit demi sedikit, hingga adonan menjadi licin dan halus.
3. Tambahkan susu hingga habis, masukkan mentega leleh.
4. Tutup adonan dengan plastik, diamkan 30 menit (gue gak pake istirahatin adonan, langsung diolah).
5. Olesi wajan dadar diameter 12 cm dengan margarine, panaskan (gue pake wajan diameter 18 cm).
6. Tuangi 1/2 sendok adonan, ratakan sambil diputar, 2-3 menit, angkat.
Cara Membuat Isi :
Semua bahan isi dicampur jadi satu.
Cara Membuat American Risoles :
1. Bentangkan crepes, isi dengan bahan isian, sisihkan.
2. Lakukan hingga kulit habis.
3. Celupkan kulit isi tadi ke dalam telur kocok, gulingkan dalam tepung roti.
4. Masukkan kedalam lemari pendingin kira-kira 1 jam.
5. Goreng dengan minyak banyak hingga risoles terendam hingga kuning.
6. Sajikan dengan saus pedas, atau cabe rawit.
Sumber : NCC, mbak Luluk dan modifikasi gue sendiri.
* * *
I had this smoked beef stock to make a chicken fillet wrap with smoked beef. However, after I saw that Arwen didn't have snack, I decided to make American Risoles. It's easy to create the wrapper. The filling is simple, consists of smoked beef, cheese, hardboiled egg with mayonaisse and sweet condensed milk.
I was wondering on the name of this food. It's quite ridiculous. Was it really from America? I was so curious that I looked this name from Google... there's no history whatsoever about American Risoles *anyone can give me a hint on this?* As far as I know, risoles came from Brazil. It's similar with Ambonese Bika, which was originally from Medan *???!!* When Google finally shown the result of my search with hundreds of articles, *what? all the articles were sourced from Indonesia???*
Anyway...what a name is for? Most important thing is it tasted YUMMY!! Maybe it's a name created by Indonesian who made the risoles using all western ingredients filling, such as cheese, smoked beef etc which are not naturally Indonesian ingredients :)
I've fallen in love with this recipe long time ago, when I visited Uci MamaKavin, but I just had a chance to practice it now.
American Risoles
Ingredients for Crepes :
250 gr flour
2 eggs
1 tbs butter, melted
salt
1/2 tsp baking powder
40 gr milk powder
650 cc water
Ingredients for filling :
5 slices smoked beef, chopped
7 slices cheese, chopped
100 gr mayonaise
25 gr sweet condensed milk
5 eggs, chopped
Ingredients for glaze :
2 eggs white
200 gr bread crumps
Direction to make the crepes :
1. Put the flour into bowl, add salt. Create a hole in the middle of the flour, add eggs into it and stirr in one direction.
2. Add milk a little by little, until the dough gets soft and smooth.
3. Add the rest of the milk, and melted butter.
4. Wrap the dough with plastic, set aside for 30 minutes. (I did not put it aside, instead processed it right away).
5. Spread margarine on the cook pan with diameter of 12 cm, heat the pan (I used the 18 cm diameter pan).
6. Pour the 1/2 table spoon dough into the pan, spread evenly, and cook for 2-3 min. Remove from the pan.
Direction to make the filling:
All ingredients are mixed.
Direction to make American Risoles:
1. Spread the crepes, fill with the filling, set aside.
2. Repeat until all crepes have been used.
3. Put the crepes into the batter eggs, and roll into breadcrumbs.
4. Set aside in the fridge for an hour.
5. Fry in the deep hot oil until the risoles turns yellow.
6. Serve with hot chili sauce or plain chili.
Source: NCC, Mbak Luluk and my own modification.
Muffin (lagi) yah? Entah untuk keberapa sekian kalinya gue membuat aneka muffin. Awal-awalnya nyoba resep Muffin Wilton-nya mbak Ruri. Percobaan pertama sukses, sampe akhirnya dibawa ke kantor sama suami gue dan gue dapet pesenan kue perdana :). Belajar dari kesuksesan muffin yang pertama, gue bikin lagi untuk kedua kalinya tapi lah loh...kok gak ngembang. Penasaran? pasti ada yang ketiga kalinya dwong. Yuk yak yuk bikin lagi. Hasilnya ngembang tapi dalemnya agak basah. Heran deh....padahal caranya sama dengan waktu pertama kali bikin. Semua step sampe suhu oven udah gue ikutin plek ketiplek.Pantang menyerah, ke-4 kalinya gue mencoba. Kali ini tetep nyoba resep yang sama, tapi gak pake mixer untuk pengocokan melainkan pake teknik aduk tangan. Taarraaa....ngembang bagus banget tapi....ada tapinya nih...ternyata dalemnya setengah basah juga. Huh di mana sih salahnya??!!! Untuk sementara benci sama muffin...hehehehe...Owiyah, ternyata kalo pake teknik aduk tangan, tekstur kuenya lebih kasar loh.
Nama muffin sendiri berasal dari bahasa Perancis "moufflet" yang artinya roti yang lembut. Ada 2 macem tipe muffin : gaya Inggris dan gaya Amerika.

Inggris style menggunakan campuran yeast dalam adonannya, menghasilkan tekstur yang spongy. Kalo American muffin, terkenal dengan penambahan baking prowder dan aneka flavour seperti kacang-kacangan, buah, keju, dll. Dan menghasilkan tekstur yang lebih light, moist, lembut dan halus.
Selain 2 tipe berdasarkan asal usul negaranya, muffin terbagi lagi dalam 2 jenis : bread-like dan cake-like. Masing-masing tipe memiliki teknik tersendiri dalam proses mixing adonan. Semakin sedikit gula dan mentega, muffin akan terasa bread-like. Penambahan gula dan mentega yang banyak, menghasilkan muffin yang cake-like.
Muffin yang bread-like dibuat menggunakan "metode muffin." Adonannya sangat mudah dibuat. Ada 2 wadah yang kita perlukan untuk membuat adonan. Satu wadah untuk mencampur semua bahan-bahan kering. Wadah lainnya untuk bahan-bahan basah. And then mentega yang digunakan biasanya berbentuk cair/mentega yang sudah dilelehkan.
Yang perlu diingat saat mencampur bahan-bahan basah dan kering adalah, jangan mengaduknya secara berlebihan. Pengadukan yang over bisa menyebabkan gluten dalam tepung terigu berkembang secara over, yang dapat menyebabkan muffin menjadi tidak lembut dan terasa padat.
Sedangkan muffin yang cake-like dibuat dengan menggunakan metode yang sama dengan cara membuat cake. Mentega (dalam suhu ruang) dan gula diaduk bersama, lalu ditambahkan telur dan bahan kering/basah dimasukkan secara bergantian. Banyaknya gula dan mentega dalam tipe muffin ini menghasilkan muffin yang tender seperti cake dan remah-remah yang lembut. Penambahan mentega inilah yang meminimalkan kerja gluten dalam tepung sehingga bisa menghasilkan muffin yang soft.(More about Muffins)
Gitu deh sejarahnya si muffin, ternyata panjang yah :). Padahal kalo ngeliat resepnya kayaknya easy banget, tapi ternyata agak tricky juga bikinnya. Nah, kali ini semangat gue untuk bikin muffin muncul lagi. Tapi sekarang udah bertekad untuk nyobain resep lain. Yang jadi sasaran intipan adalah resep muffin dari blognya mbak Vania.
Kalo liat dari jenisnya sih kayaknya masuk ke tipe bread-like, karena pake teknik 2 wadah kering dan basah. Dan sepertinya masuk kategori Amrican Style karena ada penambahan baking powder dan rasa keju. Dan bener aja, ternyata emang lebih bread-like, gak kayak cake.
Cheese Muffins
Bahan :
1 3/4 cup tepung terigu serba guna
1 sdm baking powder
1/2 sdm garam
2 sdm gula
1 btr telur
1 cup susu cair
1/4 cup mentega, dicairkan
1/2 cup keju parut
Cara membuat :
1. Campur tepung terigu, baking powder, garam, gula dan keju parut dalam satu wadah besar, aduk rata. Buat lubang di tengah campuran.
2. Pada wadah lain, aduk rata telur, susu cair dan metega cair; masukkan ke dalam campuran tepung, aduk sampai lembut tapi gak usah lama-lama. Lalu sendoki ke dalam loyang muffin yang sudah dialasi, isi 2/3 penuh.
3. Kemudian panggang dengan panas oven 205 derajat celcius (gue pake suhu 200 derajat) selama 25 menit.
Resep ini menghasil 1 lusin muffin.
Sumber : blognya mbak Vania
* * *
Muffin (again)? I don't how how many times I've made various muffins. It started by trying the recipe of Mbak Ruri, the Wilton Muffin. The first trial was a success, and my husband brought them to his office and I got my first order :) Upon learning from the first success, I tried to make them again, however, this time I was failed. It resulted in a flat muffin. Weren't you curious? Then I tried for the 3rd time. The result was not flat, but it's a little bit damp inside. I was stunned and wondered what went wrong though I had follow exactly the same steps as the first one. From the first step up to the oven temperature, it's all the same.
Determined not to give up, I tried for the 4th time. Still using the same recipe, but without mixer. I used my hand instead to stirr the dough. Taarrraa.. it was beautifully formed.. but.. the inside was still damp.. Duh.. what was wrong? For a while I hate muffin...hehehe... By the way, using hand for stirring the dough will result in a more kasar texture.
Muffin is French name, from the word "moufflet" which means a soft bread. There are 2 types of muffin: English and American muffins.
Yeast is used in preparing the dough for English muffin, which will result in a spongy texture. While American muffin use baking powder and various flavour such as nuts, fruits, cheese etc. American muffin texture is more light, moist, soft and smooth.
Besides those 2 types based on its origin, there are other muffin divided into: bread-like and cake-like. Each of this muffin has different technique for dough mixing. The less sugar and butter in the dough will result in bread like muffin. While more sugar and butter will result in cake like muffin.
Bread like muffin was created using "muffin method". It's easy to prepare. We need 2 bowls to make the dough. One bowl is to mix the dry ingredients. The other is to mix wet ingredients. This recipe always uses melted butter.
One thing to remember when mixing the dry and wet ingredients is do not stirr the dough more than it should be. Over stirring will cause the glutent inside flour will overly developed, and will result in a solid muffin, not a soft one.
While cake like muffin is made using the same method as making the cake. Butter and sugar are stirred together (in room temperature). Egg is added into the mix, and both dry and wet ingredients are put into the mix. More butter and sugar are used in this muffin recipe which creates a tender muffin, just like a cake and it has smooth crumbs. Addition of butter will minimize the processing of gluten inside the flour, which in the end result in a soft muffin. (More about Muffins)
That's the story of muffin...which is quite a long one :) While the recipe itself is so easy, though a little bit tricky. This time my spirit rose again, in order to make muffin. This time I determined to try another recipe. The target was muffin recipe from Vania's blog.
Looking at the type, this muffin is a bread like muffin, because it used 2 bowls technique. And it is American style with the use of baking powder and taste of cheese. And it was true. It was more of bread like, not like cake.
Cheese Muffins
Ingredients :
1 3/4 cups all-purpose flour
1 tablespoon baking powder
1/2 teaspoon salt
2 tablespoons granulated sugar
1 large egg
1 cup milk
1/4 cup butter or margarine, melted
1/2 cup shredded cheddar cheese
Direction :
1. In a large bowl, combine flour, baking powder, salt, sugar, and shredded cheese ; mix well. Make a well in the center of the mixture.
2. In another bowl, combine egg, milk, and melted butter; add to the flour mixture, stirring just until moistened. Spoon into greased muffin tins, filling two-thirds full.
3. Bake at 400°F (205°C) for 25 minutes.
Source : Vania
Kalo udah menjelang weekend, mulai deh kasak-kusuk di YM buat tuker-tukeran resep. Kali ini, Ibeth berkenan membagikan resep cemilan yang lagi digila-gilai di rumahnya. Namanya "Udang Bobok Bareng Ayam dalam Selimut Roti"...huehehehehe....iseng banget namanya *ini sih gue ngarang sendiri namanya!*
Pokoknya "Udang Gulung Roti ala Ibeth"-lah! Dan dia udah woro-woro, "lo bikin sambil merem juga bisa!" Cruing cruing, langsung yang kebayang adalah resep yang ringkes dan cepet! Lagipula lagi bosen sama cemilan yang manis-manis, kebetulan banget nih ada yang gurih-gurih.
Dan ternyata, emang simple banget caranya. Rasanya juga unik ada kriuk-kriuk roti garingnya, enyak, gak mengecewakan. Saran Ibeth sih, dimakan pake sambel asem pedes, tapi dimakan pake sambel botol biasa atau mayonaise..hhmmmm...YUMMY juga!!

Udang Gulung Roti
Bahan :
200 gr daging ayam cincang, pake daging ayam giling juga ok
200 gr udang, cincang
3 bh bawang putih, cincang
1 btr telur ayam
3 sdm tepung maizena
1/2 sdt lada bubuk
1 sdt garam
10 lbr roti tawar, potong dadu
Cara Membuat :
1. Campur semua bahan jadi satu dalam sebuah wadah kecuali roti, aduk rata, sisihkan.
2. Siapkan tempat berisi potongan dadu roti.
3. Ambil 1 sdt campuran udang dan ayam, gulingkan di atas roti sampai tertutup. Lakukan sampai campuran habis.
4. Goreng dengan api kecil sampai kuning keemasan, angkat.
5. Sajikan dengan sambal botol.
Sumber : Ibeth
Waktu bikin Taiwanese Cake kan pake mika, dicetak-cetak segitiga. Tentunya ada sisa-sisa kue yang terbuang kan? Mo mbuang kok gak tega...terus diapain yah? Jadi inget Balls of Joy-nya mbak Riana, hasil daur ulang sisa cake yang gak abis. Apalagi masih ada sisa coklat tim kemaren, sayang juga kalo gak dipergunain. Jadi klop kan? Bukannya maksa mentang-mentang lagi World Cup terus bikin kue yang berbau-bau bola loh :P Tapi buat cemilan, temen nonton final Piala Dunia, asik juga!
Bahan-bahannya juga gampang banget kok. Apalagi cara bikinnya. Si Arwen sampe gemes liat bola-bola lucu dengan aneka topping ini.

Fun Balls ini cuman butuh sisa cake terus aku tambahin sweet crackers dan diblender jadi satu biar halus. Abis itu taruh diwadah, tambahin kacang panggang cincang (optional), susu kental manis dan rhum and then aduk rata. Lalu pulungi bulat-bulat. Setelah itu celup bola-bola tadi ke dalam coklat yang sudah di tim, kemudian beri topping, bisa kacang, coklat chip, meisis, sprinkles warna-warni, pokoknya tergantung kreatifitas aja *dan tergantung persediaan di rumah aja :)*.
Nah, kalo punya sisa cake (yang belum bau loh yah) jangan buru-buru dibuang atau dikasih ke si guguk, anak-anak pasti suka deh makanan manis hasil daur ulang ini. Nyam nyam YUMMY!!
Bukan cuman mainan, perabotan rumah tangga dan baju aja loh yang made in Taiwan. Ternyata ada juga cake ala Taiwan, namanya Taiwanese Cake. Teksturnya smooth ditambah asem-asem seger dan legit dari filling lemonnya (kebetulan aku pake filling lemon)...hmmm YUMMY!! Cuman yang ngganggu, kok rada asin yah, padahal udah ngikutin resep, garamnya 1/2 sdt, maybe next time gak usah pake garem kali yee....
Aku coba bikin pake plastik mika dicetak segitiga, maaf amatir, hasilnya masih berantakan dan belepotan :).

Taiwan Cake
Bahan Cake:
Bahan A :
100 gr butter
100 gr tepung terigu protein sedang
100 ml susu evaporated
8 btr kuning telur
40 gr putih telur
Bahan B :
200 gr putih telur
150 gr gula kastor
1 sdt garam
1 sdm vanilli pasta
Cara Membuat :
1. Lelehkan butter, masukkan tepung terigu, aduk rata dengan whisker, masukkan susu, aduk rata lagi, masukkan telur, aduk hingga rata. Sisihkan.
2. Bahan B : kocok putih telur dan garam hingga naik, sambil masukkan gula sedikit demi sedikit, kocok terus hingga kaku sekali.
3. Campur bahan A dan B, aduk hingga rata, masukkan vanilli pasta. Aduk rata.
4. Tuang kedalam 1 bh loyang ukuran 24x24x4cm yg telah di olesi mentega dan dialasi kertas roti.
5. Oven degan panas 180’C, hingga matang.
Filling
Filling Talas
Bahan A1 :
1 kg talas pontianak (kukus dan haluskan)
200 gr gula halus
200 gr Eisella cream
Essence Talas secukupnya
Pewarna violet secukupnya
Bahan A2 digunakan sebagai alternatif bahan A1 :
Bahan A2
300 gram Taros Powder
300 cc air
60 gr mentega putih
1 sdm essence talas
Cara membuat bahan A1 dan A2 : semua bahan diaduk sampai rata
Polesan luar :
Whipped cream
1 sdt essence talas
Pewarna violet
Untuk bahan polesan, kocok whipped cream hingga kaku beri essence dan pewarna
Filling Mangga
Filling :
500 gr juice mangga
1 bks agar bubuk
25 gr maizena
1 sdt essence mangga
Masak semua bahan filling sampai matang
Polesan luar :
Whipped Cream
1 sdt essence mangga
Pewarna egg yellow
Untuk bahan polesan, kocok whipped cream hingga kaku beri essence dan pewarna
Filling Lemon
Bahan Filling :
150 gr Krema
300 cc air es
1 sdt lemon essence
Aduk rata semua bahan
Polesan luar :
Whipped cream
1 sdt essence lemon
Pewarna Lemon yellow
Untuk bahan polesan, kocok whipped cream hingga kaku beri essence dan pewarna
Filling Pandan Kelapa
Bahan Filling :
A. 2 sendok makan gelatin
50 cc air
Bahan A, lumerkan diatas air panas, sisihkan.
B. 250 cc santan dari 1 buah kelapa
50 gram gula
2 butir kuning telur
1 sdm maizena
Bahan B, masak sampai mendidih
Bahan C
250 gram whipped cream yang sudah dikocok
Campur bahan A dan B, lalu aduk rata dan dinginkan. Kemudian campur dengan bahan C.
Polesan luar : whipped cream , pasta pandan + taburan kelapa kering
Sumber : Renna Lim - Toko Fortuna dan Fatmah Bahalwan NCC
Ayam, dagingnya sangat mudah diolah dan dimasak. Banyak variasi makanan yang menggunakan bahan dasar ayam. Resep Nasi Ayam Hainan yang gue coba ini, termasuk dalam jenis quick cook *hidup quick cook!!*. Gimana gak cepet, tinggal cemplang cemplung, tunggu mendidih sambil ongkang-ongkang kaki...hehehe...eh udah jadi!Cocok buat dijadikan bekal ke kantor atau bekal si kecil ke sekolah....hhmmm aroma jahe yang kental berpadu dengan gurihnya ayam....YUMMY!!!

Hainanese Chicken Rice
Bahan :
30 gr jahe, memarkan
40 gr bawang putih, memarkan
20 gr gula pasir
garam secukupnya
4 potong ayam
1 btg sereh (gue tambahin sendiri)
Bahan Nasi :
1 cup beras
1 cup kaldu ayam
40 gr bawang putih, memarkan
30 gr jahe, memarkan
1 lbr daun pandan
1 btg sereh (modifikasi gue)
Saos pelengkap (modifikasi gue) :
4 sdm saos tiram
4 sdm soy sauce
3 sdm saos sambal pedas
3 sdm air
Campur semua jadi satu hingga rata
Cara Membuat :
1. Campur dan tempatkan seluruh bahan untuk membuat nasi ayam dalam rice cooker dan masak seperti Anda memasak nasi biasa.
2. Didihkan air secukupnya (cukup hingga ayam terendam) dengan jahe, bawang putih, daun sereh, gula dan garam.
3. Setelah mendidih masukkan ayam, masak hingga ayam matang.
4. Setelah matang, matikan api dan tutup pancinya biarkan 45 menit sebelum ayam dipotong-potong.
5. Sajikan bersama nasinya dan saos pelengkap.
Sumber : Herworld edisi September 2005
Salah satu alternatif breakfast yang ringkes, mudah dan cepat disajikan adalah Creamy Jagung Rebus. Itu loh, jagung rebus ala gerai-gerai kecil yang suka ada di mal-mal, disajikan dalam cup kecil dengan aneka rasa asin, asin manis, manis, pedas, dsb. Mamin suka, Papin suka dan Arwen pun gak nolak.
Bahan-bahan yang diperlukan juga gak neko-neko, asal punya jagung manis, lebih praktis lagi kalo pake frozen corn yang udah berbentuk pipilan-pipilan. Tambahin susu, butter, keju, dll sesuai selera, jadi deh sarapan yang mengenyangkan dan YUMMY! Kalo mo lebih sehat, bisa ditambahin brokoli rebus, suwiran daging ayam/smoked beef.
Jagung memang termasuk mudah untuk diolah menjadi apa aja. Bisa dibikin bakwan jagung, muffin jagung, sup jagung, sandwich jagung with tuna, es krim bahkan jus, dll.
Resep sederhana ini emang gak pake takaran akurat...hehehehe...yang dipake takaran ala Mamin :P
Pagi-pagi sarapan jagung creamy plus segelas susu, kenyang nuendang loh! :)

Creamy Jagung Pedas
Bahan :
3 genggam frozen corn
brokoli secukupnya
ayam suwir/smoked beef iris tipis secukupnya
2 sdt susu kental manis
10 gr salted butter
3 sdm keju parut
sambal botol secukupnya
air secukupnya untuk merebus
Cara membuat :
1. Rebus jagung bersama ayam/smoked beef sampai matang, buang air sisa rebusan, sisihkan.
2. Rebus brokoli setengah matang, sisihkan.
3. Taruh jagung rebus dalam mangkuk, selagi panas campur butter dan keju, agar meleleh ke dalam mangkuk jagung.
4. Suwiri ayam/potong tipis-tipis smoked beef, campur ke dalam jagung.
5. Terakhir taburi dengan brokoli rebus.
6. Sajikan dengan sambal botol.
* * *
One simple alternative and easily prepared for breakfast is Boiled Creamy Corn. It is actually boiled corn sold at small counters that we can find in the shopping centers/malls. The corn has different taste, salty, sweet, hot etc and it's prepared in a paper cup. Mamin and Papin like it, and Arwen does like it.
What you need is simple, you only have to buy sweet corn. Or more practical, you could use frozen corn. Add milk, butter, cheese etc, whichever you like. You will have a full tasty and YUMMY breakfast. It could be healthier by adding up stewed brocolli, thin sliced chicken or smoked beef.
Corn is one of easy ingredient to be made into anything. It can be made into corn bakwan, corn muffin, corn soup, corn sandwich with tuna, ice cream even juice. This simple recipe does not use accurate measure. It used Mamin's measure :P
Early morning breakfast of creamy corn plus a glass of milk will make u full :)
Hot/Spicy Creamy Corn
Ingredients :
3 cups frozen corn
brocolli
chicken/smoked beef, sliced thinly
2 tsp sweet cream milk
10 gr salted butter
3 tbs grated cheese
chili sauce
water for boiling
Direction :
1. Boil corn along with chicken/smoked beef until cooked, throw away the water that's left. Put aside.
2. Boil broccoli until half cooked, and put aside.
3. Mix the hot corn with butter and cheese, so that it blend nicely with the corn.
4. Mix thin-sliced of chicken/smoked beef into the corn.
5. Spread with broccoli
6. Serve with chili sauce.
Kalo boleh mengutip dari buku-nya NCC (Natural Cooking Club) "18 Cake & Cookies Favorit, Step by Step + Jurus-Jurus Jitu," PENNYLANE BROWNIES ini adalah resep brownies asli dari asalnya *just wondering...emang asal brownies darimana ya? :)*." Bisik-bisik tetangga bilang, ini adalah The Killer Pennylane Brownies. Bikin penasaran yah? Apalagi resep ini sama sekali tidak menggunakan mentega/margarin, melainkan minyak goreng. Makin penasaran, karena daku terus terang belum pernah bikin kue yang mentega/margarinnya diganti minyak goreng. Terus ada lagi nih, pesen-pesen di bukunya, kalo mo bikin brownies, justru kita harus "think bantat!" Weleh...nah loh!
Tentang minyak goreng tadi, katanya sih, minyak goreng lebih bisa memperkuat aroma coklat (khas brownies) dibandingkan dengan mentega/margarin. Udah gitu dengan minyak goreng kue terasa lebih lembut/light. Begitu baca resepnya, ternyata caranya juga simple dan ringkes banget. Cocok buat yang pengen bikin cemilan cepet temen minum teh di sore hari tapi males lama-lama di dapur :) *hihihi...pemalas mode on* Soalnya selama ini kan kalo bikin brownies, yang musti nyairin coklat lah, apa lah. Nah, kalo resep ini gak pake coklat cair melainkan coklat bubuk 'thok! Jadi gak ribet musti nge-tim coklat.
Buat yang gak doyan manis atau lagi sakit gigi :), gulanya silahkan dikurangin. Kalo ngikutin resepnya sih, buat aku kemanisan, makanya enaknya dimakan sambil ditemenin seruputan kopi/teh/capucino panas yang gak terlalu manis (malah cenderung pahit lebih enak). The rest is nyam nyam :)...Owiyah, satu lagi, ternyata bener loh, brownies-nya emang lebih light dan lembut.

Pennylane Brownies
Bahan :
4 butir telur
450 gr gula pasir
225 gr minyak goreng
60 gr coklat bubuk
210 gr tepung terigu
1/2 sdt garam
1 sdt vanilla bubuk
120 gr kenari
85 gr chocolate chips
Cara membuat :
1. Alasi loyang dengan kertas roti, dan olesi mentega. Panaskan oven 180 derajat celcius.
2. Campur coklat bubuk, terigu dan vanilla bubuk.
3. Kocok telur dan gula sampai mengembang dan butiran gula menjadi lebih halus. Masukkan garam, kocok lagi hingga rata.
4. Matikan mixer, ayakkan campuran tepung ke dalam adonan telur, aduk rata. Masukkan minyak goreng, aduk rata.
5. Masukkan kenari dan chocolate chips, aduk rata.
6. Tuang adonan ke loyang, panggang kurang lebih 35 menit. Tes dengan tusuk gigi/lidi bersih.
7. Dinginkan sebelum dikeluarkan dari loyang dan dipotong-potong.
Sumber : "18 Cake & Cookies Favorit, Step by Step + Jurus-Jurus Jitu" keluaran NCC
* * *
By quoting from the NCC book,
18 Cake & Cookies Favorit, Step by Step + Jurus-Jurus Jitu
, "this Pennylane Brownies is the original brownies recipe * just wondering.. where does brownies came from anyway? :)*." Rumour says that this is the Killer Pennylane Brownies. Aren't you curious? Moreover, this recipe does not use butter/margarine, but cooking oil. I'm more curious, cause honestly I've never made any cake using cooking oil, rather than butter/margarine. And according to the messages in this recipe book, "if you want to make brownies, you have to think about * bantat*!" What??
Go back to this oil thing, it is said that cooking oil can strengthen the chocolate aroma which is what the brownies made of, compared to margarine/butter. Moreover, with the oil, the cake will taste soft/light. Upon read the recipe, the steps are simple and short. It's perfect to anyone who wants to make a fast snack while sipping tea in the afternoon, and does not want to spend more time in the kitchen :) * hihihi.. lazy mode on* The reason is because when we want to make brownies, we need to melt the chocolate etc. Now this recipe does not use melting chocolate, but cocoa powder. So it's easier than melting the chocolate first.
To everyone who is not sweet-tooth or is having a tooth ache :), you can reduce the sugar. Refer to the recipe, I think it's too sweet, that's why it's better to eat it while drinking hot coffee/tea/cappucino (not too sweet, or even plain one). The rest is nyum nyum.. :) And yes.. the brownies is softer and lighter.
The Pennylane Brownies
Ingredients :
4 eggs
450 gr sugar
225 gr cooking oil
60 gr cocoa powder
210 gr flour
1/2 tsp salt
1 tsp vanilla
120 gr almond
85 gr chocolate chips
Direction :
1. Line baking paper into the baking pan and spread margarine. Pre heat the oven with temperature of 180 C.
2. Mix chocolate, flour and vanilla into the bowl.
3. In bowl of electric mixer, beat the eggs and sugar until well spread and sugar is smoother. Add salt and mix it until combined.
4. Turn off the mixer, spread the first mix (flour, cocoa powder and vanilla) into the egg mix, and combine it. Add cooking oil. Mix well.
5. Add almond and chocolate chips. Mix again.
6. Put the mixture into the baking pan, and bake it for less than 35 minutes. Test it with clean tooth pick.
7. Cool it first before remove it from the baking pan. Cut into pieces.
Source : NCC's "18 Cake & Cookies Favorit, Step by Step + Jurus-Jurus Jitu"
Blueberry adalah salah satu buah favorit Mamin. Rasanya asem-asem seger. Kalo disuruh milih antara blueberry dan strawberry, pastinya pilih bluberry dwong!Pas lagi iseng main ke tempatnya mbak Lenna, gak sengaja nemu resep Blueberry Cream Cake-nya Hotel Four Season. Hhhmmmm yummy...udah kebayang lezatnya. Yang bikin tambah penasaran, bahan cake-nya menggunakan tepung custard, padahal biasanya tepung ini digunakan untuk membuat vla. Kayak apa ya rasanya??

Setelah jadi, ternyata tekstur kue-nya agak kasar seperti butter cake, gak lembut kayak sponge cake. Tapi tetep endang mayang bambang (baca: enak banget!), kok! Apalagi rasanya bercampur dengan butter cream (resep asli pake whip cream), aroma rhum yang menggoda dan olesan blueberry palleta nan seger....hhhmmmm can't resist to eat!
Silahkan deh dicoba.
Blueberry Cream Cake
Bahan cake :
10 butir telur ayam
300 gr gula pasir
250 gr tepung terigu, ayak
50 gr maizena
50 gr mentega / butter , dilelehkan
200 gr tepung instant custard
1 sdm selai blueberry atau kalau mau lebih mantap pakai blueberry puree
1 sdt rhum bakar
Bahan cream ( boleh buat 1/4 resep - 1/2 resep ) :
800 gr fresh cream dingin
500 gr susu cair , boleh evaporated , boleh ultra
200 gr instant custard
200 gr selai blueberry / blueberry puree
Untuk diperciki di cakenya :
250 gr simple syrup ( membuat simple syrup air : gula = 1 : 1 + rhum atau vanilla extract)
Cara membuat cake :
1. Kocok telur dan gula pasir sampai kental dan mengembang.
2. Masukkan terigu, maizena, dan tepung custard secara bertahap.
3. Aduk rata, kemudian masukkan mentega leleh, aduk rata dengan spatula dan masukkan blueberry puree secara bertahap baru tambahkan rhum bakar.
4. Bagi dua adonan, letakkan dalam loyang 40x60 yang sudah dilapisi silpat / kertas roti, poles mentega pinggirnya.
5. Panggang dalam oven dengan panas 180 - 200 derajat celcius sampai matang.
Cara membuat cream :
1. Kocok instant custard dengan cream dingin dan susu.
2. Masukkan selai blueberry, kocok sampai rata.
Cake yang sudah matang diperciki dengan simple syrup kemudian diolesi blueberry cream, susun dengan lapisan atas. Olesi dengan whip cream kocok, dan hias sesuai selera.
Sumber : mbak Lenna
Saking penasarannya sama nih kue, Mamin sampai mencanangkan cake ini harus jadi proyek kue ulangtahunku sendiri. Sebelumnya sih Mamin belum pernah ngrasain, tapi berdasarkan iming-iming "6 layers of Jaconde Cake + 6 layers of ganache = 12 layers of heavens"-nya mbak Riana, siapa yang gak tergoda coba?Bikinnya emang agak rumit dan agak lama kalo mau pake ber-layer-layer Jaconde Cake plus Ganache. Aku memutuskan untuk bikin 3 layer cake-nya plus 3 lapis ganache...*maklum ibu hamil gak tahan lama-lama berdiri di dapur nan panas*. Itupun gak aku bagi dalam 3 loyang panggang, tapi 1 cake terus dibelah jadi 3 :) (soalnya oven-nya mini, amatiran). Dan hasilnya...sepadan dengan effort yang dikeluarkan. Walopun gak sampe 6 layer, tapi 3 layer aja udah sangat YUMMY, membuat merem melek. Pantaslah kalo aku katakan Opera The Great!
Lalu luarnya, aku siram dengan sisa ganache kemudian ditaburi coklat bubuk. Pinggir-pinggirnya ditempeli motif sulur-sulur yang dibikin dari coklat cair.
Sayang, lagi gak ada kamera digital, jadi cantiknya si Opera gak bisa tergambarkan dengan maksimal.
Opera Cake
Bahan Jaconde Cake :
200 gram Almond bubuk/ Mete bubuk
150 gram gula pasir halus
6 butir telur ayam utuh
50 gram mentega, cairkan
55 gram tepung terigu
115 gram putih telur
55 gram gula halus
Kopi untuk siraman cake
Bahan Ganache :
500 gram Dark Cooking Chocolate, cincang
500 gram whipping cream
Cara Membuat :
Ganache :
1. Panaskan cream hingga panas tapi jangan sampai mendidih, matikan api. Masukkan dark cooking chocolate, aduk hingga coklat mencair dan membentuk adonan yang halus dan mengkilat.
2. Dinginkan, inapkan dalam kulkas semalaman. Menjelang digunakan, keluarkan dari kulkas dan aduk/kocok hingga ringan dan mudah dioleskan.
Cake :
1. Campur almond, gula pasir dan 3 butir telur, kocok dengan mixer kurang lebih 10 menit.
2. Masukkan sisa telur satu persatu, sambil terus kocok, dan setelah semua telur masuk, kocok kembali kurang lebih 10 menit.
3. Masukan 2 sendok besar adonan kedalam mentega cair, aduk rata, sisihkan.
4. Campur tepung ke dalam adonan almond aduk rata.
5. Kocok putih telur sampai berbusa, masukan gula halus, sambil terus kocok sampai kaku tapi jangan terlalu kaku.
6. Campur adonan almond dengan putih telur, aduk rata.
7. Masukan mentega cair yang telah dicampur sedikit adonan, ke dalam adonan almond.
8. Bagi kue menjadi 6 bagian ke dalam loyang ukuran 22x22 cm, panggang dengan api besar (200 derajat Celcius) kurang lebih 10 menit.
Assembling :
1. Ambil selembar cake, siram dengan air kopi yang aromanya enak, lapis dengan ganache.
2. Tumpuk satu lembar cake di atas cake tadi, siram cake dengan kopi dan oles dengan ganache.
3. Demikian terus sampai semua cake habis. Masukan ke dalam kulkas kurang lebih 20 menit agar lapisannya menempel dengan mantap dan kue menjadi dingin.
4. Siram atasnya dengan cokelat siram atau ganache cair (jika ada sisa ganache, bisa dipanaskan lagi untuk menyiram cake).
5. Masukkan lagi ke dalam kulkas kurang lebih 1 jam hingga coklat bagian atas agak kaku.
6. Rapikan pinggirnya dengan pisau yang dicelup air panas. Hias sesuka hati.
Note:
• Opera cake sudah berkembang menjadi banyak versi. Umumnya, cream pelapis terdiri dari 3 rasa: vanilla, mocca dan coklat (ganache). Cakenya pun lebih banyak kuning telur. Pada perkembangannya, opera cake menjadi berbagai macam versi. Tapi secara umum, cake ini tetap pada pakem Jaconde cake yang memakai almond bubuk, serta mempertahankan lapisan-lapisannya yang tipis dan sangat banyak.
Sumber : Ita Kustina dari blognya mbak Riana
Ngarang banget gak sih judulnya! Biasanya Japanese Cheese Cake (JCC) gak diberi topping macem-macem, hanya olesan selai aprikot yang dipanasin aja. Tapi, dasar gak puas dengan penampilan yang sederhana banget itu (walopun rasanya lembyut bambang-Si JCC ini terasa lembut tapi tidak se-creamy Cheesecake biasa yang mudah hancur), Mamin berinisiatif mendekor si JCC biar lebih cantik penampilannya.Modal tambahannya adalah Butter Cream, Strawberry Paleta (tanpa buah) dan Almond panggang iris. Susun sana sini...Taaarraaaa....jadi deh kayak gini!

Owiyah, ini resepnya yah :
Bahan :
Campur dan ayak :
50 gr tepung terigu
50 gr tepung maizena
60 gr mentega tawar
250 gr cream cheese, biarkan pada suhu ruang
120 ml whip cream
3 kuning telur
1 butir telur
2 sdt kulit jeruk lemon parut
5 putih telur
1/8 sdt garam
125 gr gula pasir halus
1 sdt air jeruk lemon
Topping :
2 sdm selai apricot
2 sdm air
Cara membuat :
1. Siapkan loyang bulat 22 cm, alasi kertas roti, olesi mentega. Pasang oven 150 derajat Celsius.
2. Campur mentega, cream cheese dan whip cream dalam wadah. Didihkan dengan api kecil, aduk hingga lembut, angkat dari api.
3. Masukkan campuran tepung, aduk rata. Masukkan kuning telur dan 1 butir telur, aduk rata. Masukkan kulit jeruk lemon, aduk rata, sisihkan.
4. Kocok putih telur hingga berbusa, masukkan gula dan air jeruk lemon sedikit demi sedikit sambil terus dikocok sampai terbentuk kerucut-kerucut tumpul (soft peak).
5. Tuang 1/3 adonan putih telur ke adonan cream cheese, aduk rata. Tuang campuran ini ke sisa adonan putih telur, aduk rata. Tuang adonan ke loyang, panggang dengan cara au bain marie, kurang lebih 75 menit sampai permukaan matang, kuning keemasan. Keluarkan dari oven.
6. Setelah benar-benar dingin, lepaskan cake dari loyang. Panaskan selai apricot dan air, oleskan ke permukaan cheesecake.
Sumber: 35 Variasi Resep-resep Cheesecake by Yasaboga.
Note :
Yang dimaksud dengan panggang cara au bain marie adalah teknik memanggang dengan air. Tujuannya agar cake matang dalam keadaan lembab dengan tekstur yang lembut. Beberapa tip pemanggangan dengan cara au bain marie :
1. Air dalam loyang harus mencapai setengah tinggi loyang kue.
2. Sebelum dituang ke loyang, air harus dipanaskan dulu sampai mendidih. Tapi setelah berada dalam oven, air harus dijaga jangan sampai bergolak/mendidih dan tidak masuk ke dalam kue.
3. Kalau air kurang dan yang dimasukkan tidak cukup panas, cake tidak akan matang
Sumber: Ririe dan majalah Santap